Menu

Sabtu, 12 Maret 2011

Demokrasi

Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani (demokratia; demos: rakyat; kratos/kratein: kekuasaan/berkuasa). Jadi, demokrasi berarti kekuasaan berada pada rakyat atau kedaulatan rakyat atau kedaulatan rakyat. Secara umum,demokrasi dapat didefinisikan sebagai sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk memengaruhi keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Praktik demokrasi telah dijalankan penduduk Athena, Yunani Kuno, sekitar 2500 tahun lalu. Pada saat itu, seluruh rakyat berkumpul untuk menetapkan undang-undang bagi warga kota mereka. Akan tetapi, karena perkembangan jumlah penduduk yang begitu pesat, maka pelaksanaan demokrasi saat ini adalah melalui perwakilan.Rakyat memilih wakilnya untuk membuat keputusan atas nama mereka. Dalam negara demokratis, semua warga berhak berpartisi dalam pemerintahan. Di Indonesia, misalnya, warga yang telah berusia 17tahun atau pernah menikah bisa ikut dalam pemilihan umum(pemilu) untuk memilih presiden dan wakil presidennya, anggota DPR sebagai wakilnya di pemerintahan pusat, serta angoota DPRD di pemerintahan daerah.

Demokrasi Langsung dan Demokrasi Perwakilan

Ada dua bentuk pelaksanaan demokrasi, yaitu demokrasi perwakilan dan demokrasi perwakilan. Menurut Jean Jacques Rosseau (1712-1778), filsuf Perancis, demokrasi langsung dapat dijalankan jika memenuhi hal berikut: (1) jumlah warga kecil, (2) pemilikan dan kemakmuran, (3) masyarakat dan kebudayaannya bersifat homogen. Praktik demokrasi langsung pernah dijalankan pada masa pemerintahan Kleistenes di Athena, Yunani Kuno (508 SM). Adapun demokrasi perwakilan adalah suatu keputusan yang diambil dari suara terbanyak. Demokrasi perwakilan mulai berkembang pada abad ke-18 dan abad ke-19 di Inggris dan Amerika Serikat. Sebagian besar negara di dunia kini melaksanakan sistem pemerintahan dalam bentuk demokrasi perwakilan. Pemimpin negara dan wakil rakyat dipilih oleh rakyat melalui pemilu. Negara yang menjalankan sistem demokrasi semacam ini biasa disebut negara republika.

Demokrasi Ideal

Menurut Henry B. Mayo, ahli politik AS, demokrasi yang ideal mengandung nilai-nilai sebagai berikut. (1) Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga, (2) menjamin setiap prose perubahan dalam kehidupan masyarakat secara damai melalui kebijakan-kebijakan terkendali, (3) menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur dan damai, (4) menekan semaksimal mungkin penggunaan kekerasan, (5) mengakui dan menghormati adanya perbedaan atau keanekaragaman dalam masyarakat, baik perbedaan pendapat, kepentingan, dan tingkah laku, dan (6) menjamin tegaknya keadilan. Untuk mewujudkan nilai-nilai demokrasi tersebut, sebuah negara harus memiliki sejumlah lembaga, yaitu pemerintahan bertanggung jawab, sebuah dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan-golongan dalam masyarakat dan dipilih melalui pemilihan umum, organisasi-organisasi politik(partai politik), pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat, serta sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak-hak azasi dan mempertahankan keadilan.

Mobokrasi

Sistem pemerintahan yang demokratis merupakan bentuk yang berlawanan dengan oligarki (kekuasaan berada pada beberapa orang atau sekelompok orang) dan monarki atau tirani yang berarti kekuasaan berada pada satu orang saja. Demokrasi juga bertolak belakang dengan mobokrasi, yakni sistem pemerintahan yang cenderung tidak memberikan kestabilan dan memunculkan tirani. Sistem ini merupakan bentuk pemerintahan terburuk.

Source: Syukur, Abdul, et al. 2005. Ensiklopedia Umum untuk Pelajar. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Senin, 07 Maret 2011

PKL Bukan Lagi Pedagang Kaki Lima

Editor: Erlangga Djumena
Selasa, 28 September 2010 | 07:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengklaim saat ini tengah membenahi keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Caranya dengan memberikan kartu pengenal dan membuka peluang kerja sama dengan swasta.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu mengatakan, dalam rangka pembenahan itu, pemerintah juga mengganti nama pedagang kaki lima menjadi pedagang kreatif lapangan. Tujuannya, untuk memudahkan koordinasi antara pemerintah pusat, swasta, dan pemerintah daerah.
“Dalam nota kesepahaman tiga menteri (Menteri Perdagangan, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Urusan Koperasi dan UKM). Nanti PKL akan diberikan kartu anggota atau tanda pengenal dan ada lokasi sehingga memudahkan kementerian terkait mendata ketika memberikan bantuan,” ucap Mari di kantor Menko Perekonomian, Senin (27/9/2010).
Menurut Mari, dengan adanya penertiban pengelolaan PKL, wilayah perkotaan atau wilayah tempat berdagang PKL bisa semakin tertata dan bersih sehingga tidak merusak wajah kota. “Intinya adalah PKL di pinggir jalan diberdayakan, tetapi tidak digusur,” lanjutnya.
Terkait dengan hal itu, Mari melanjutkan, pemerintah mengimbau agar PKL tidak takut dengan program tersebut. Alasannya, dengan penertiban, cara berdagang bisa lebih rapi dan tertata serta memudahkan pemerintah memonitor perkembangan PKL.
Sementara itu, Ardiansyah Parman, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, mengatakan, penataan PKL akan memberikan keuntungan bagi PKL itu sendiri dan pihak swasta. “Perlu diingat, PKL itu termasuk sektor informal dan di Indonesia sektor tersebut sangat besar,” katanya.
Menurut Ardiansyah, pemerintah berharap pemerintah daerah juga tergugah memberikan fasilitas kepada PKL. Bisa saja dengan menyediakan ruang berdagang yang representatif. “Tadi sudah diimbau agar semua gubernur atau wali kota daerah bisa menyediakan fasilitas untuk itu,” katanya. (Martina Prianti/Kontan)
Source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/09/28/07345324/PKL.Bukan.Lagi.Pedagang.Kaki.Lima

Kesempatan Kerja

KESEMPATAN KERJA

A. Pengertian
1. kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan kerja untuk diisi oleh pencari kerja.
2. Tenaga kerja adalah masyarakat yang benar-benar terlibat dalam proses produksi
3. Angkatan kerja adalah jumla penduduk usia kerja yang mencakup penduduk yang sudah bekerja dan yang mencari pekerjaan.
4. Usia kerja adalah masyarakat yang berumur 10-65 tahun. Usia kerja bisa mengalami pergeseran sesuai dengan perkembangan jaman, misalnya dengan diberlakukannya wajib belajar 9 tahun maka usia sekolah sampai tingkat sltp hingga usia kerja akan bergeser menjadi 15-64 tahun.
5. Pasar tenaga kerja merupakan pasar faktor produksi (pasar absolute). Pasar tenaga kerja merupakan keseleruhuan aktivitas yang mempertemukan penawaran tenaga kerja (pencari kerja) dan permintaan tenaga kerja (lowongan kerja). Di pasar inilah para pencari kerja dan p[eminta kerja dapat melakukan transaksi. Pasar tenaga kerja bisa dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan oleh pihak swasta seperti biro tenaga kerja.

B. Informasi yang diperlukan/ diperhatikan bagi pencari kerja
Pencari kerja haruslah memperhatikan criteria-kriteria yang diperlukan untuk dapat bekerja pada suatu badan usaha. Kriteria tersebut meliputi:
1. Jenis usaha dan gambaran umumdari perusahaan dari mana lowongan kerja itu ada.
Jenis usaha apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, para pencari kerja juga memperhatikan gambaran umum dari kegiatan atau perusahaan yang akan dicari, seperti perusahaan yang bergerak dibidang produksi, distribusi, maupun jasa.
2. Kecocokan pekerjaan tersebut dengan pendidikan dan latar belakang pencari kerja.
Pekerjaan yang didapatkan oleh pencari kerja haruslah sesuai dengan latar belakang pencari kerja karena dengan kecocokan tersebut dapat meningkatkan produktivitas kerja, akan tetapi kalau tidak cocok akan menambah biaya perusahaan karena bisa menimbulkan pengangguran yang tidak kentara.
3. Tingkat upah/ gaji.
Gaji/ upah yang diterima harus sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikan oleh pencari kerja. Standar gaji perlu diperhatika karena berhubungan dengan kelangsungan hidup pencari kerja.
4. Prospek masa depan badan usaha
Prospek masa depan badan usaha sangatlah penting karena pencari kerja ingin bekerja bukan untuk jangka pendek akan tetapi untuk jangka yang panjang dan bisa untuk tempat bernaung.
5. Lingkungan pekerjaan
Lingkungan pekerjan sesuai dengan latar belakang pendidikan, kepribasian, sikap dan penampilan sangat mendorong pekerja untuk lebih produktif.
6. Keuntungan-keuntungan yang lain.
Keuntungan lain yang didapat dari badan usaha tersebut seperti perumahan, bonus, kesehatan, asuransi, dll.

C. Informasi yang diberikan oleh perusahaan berhubungan dengan pencari kerja.

1. Jenis dan tingkat pendidikan.
Tingkat pendidikan seperti tamatan SD, SLTP, SLTA, D1, D2, D3, maupun S1. Tingakt pendidikan disesuaikan dengan jenisnya, maksudnya sesuai dengan jurusan yang dimiliki atau dibutuhkan dalam perusahaan.
2. Keahlian khusus
Keahlian khusus ini keahlian baik dari pendidikan formal maupun diluar pendidikan formal, seperti kecakapan berbahasa Inggris, computer, mengetik dsb. Keahlian sangat menunjang dalam proses kerja.
3. Pengalaman kerja.
Pengalaman kerja sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena dengan pencari kerja yang sudah berpengalaman maka perusahaan tidak mengeluarkan biaya untuk melatih atau mendidik para pencari kerja. Dengan demikian dapat menekan biaya produksi. Supaya para pencari kerja itu berpengalaman maka perlulah suatu kegiatan untuk para siswa/mahasiswa untuk magang atau latihan dalam perusahaan. Dengan magang/ latihan perusahaan para siswa/mahasiswa dapat terjun langsung dalam praktek kerja.
4. Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat diperlukan dalam dunia usaha. Tenaga kerja yang sehat akan meningkatkan produktivitas kerja dan menghasilkan out put yang besar dan berkualitas. Akan tetapi tenaga kerja yang sering adakit akan menurunkan produktivitas kerja dan memperbesar biaya produksi perusahaan.
5. Kejujuran, sikap dan penampilan.
Kejujuran, sikap dan penampilan dalam kerja akan meningkatkan hasil produksi dan kelangsungan perusahaan, kepribadian ini sangat menunjang dalam mencapai tujuan dalam perusahaan.

Dari persyaratan di atas haruslah diperhatikan oleh pencari kerja, apabila tidak diperhatikan maka para pencari kerja tidak mungkin dapat bekerja karena tidak ada kesesuaian antara pencari kerja dengan penawaran tenaga kerja. Perlunya kesesuaian ini supaya tidak ada pihak yang dirugikan baik pihak pencari kerja maupun pihak penawaran tenaga kerja.

D. Hubungan antara jumlah penduduk, angkatan kerja, kesemptan kerja dan pengangguran.
Besarnya angkatan kerja tergantung dari:
a. Jumlah penduduk
b. Susunan penduduk berdasarkan tingkat pendidikan
c. Kelahiran
d. Komposisi umur
Jumlah penduduk yang banyak mempunyai akibat bagi kesempatan kerja. Jumlah penduduk yang banyak disertai kemampuan dan usaha dapat meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja baru, akan tetapi apabila jumlah penduduk yang banyak tidak disetai dengan kemampuan dan usaha dapat menghambat kesempatan kerja dan bisa berakibat menimbulkan pengangguran. Jumlah penduduk yang banyak tidak disertai dengan lapangan kerja yang memadai akan menimbulkan banyak penduduk yang tidak tertampung dalam lapangan kerja maka masalah timbul yaitu penggangguran.
1. Kesempatan kerja dan pendapatan nasional
Kesempatan kerja yang luas dapat memaksimalkan para pekerja dan meningkatan pendapatan nasional. Apabila tenaga kerja sebagian besar atau semua dapat tertampung dilapangan kerja maka hasil produksi baik barang atau jasa akan meningkat dan tentunya pendapatan yang diterima oleh masyarakat akan bertambah banyak. Pendapatan yang diterima masyarakat meningkat akan meningkatkan pendapatan nasional. Keadaan ini tidak akan ada pencari kerja yang menganggur, semua digunakan dalam proses produksi disebut kesempatan kerja penuh (full employment).
Dari tabel diatas maka dapat diketahui bahwa masih banya pencari kerja yang tidak tertampung pada kesempatan kerja yang menimbulkan pengangguran. Pengangguran tinggi mengakibatkan para pekerja haruslah menanggung biaya hidup para penganggur. Pendapatan yang diterima masyarakat semakin berkurang, gisi masyarakat berkurang, kesehatan m,asyarakat berkurang, kemampuan untuk kreasi berkurang, dan akan menimbulkan kerawanan nasional. Kecuali itu pendapatan nasional akan berkurang yang ada hanyalah kemiskinan.
Pendapatan nasional merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu Negara dalam waktu tertentu. Dari pernyataan itu ada dua hal yang perlu diperhatikan:
a. Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan
Terlihat kemampuan masyarakat untuk menghasilkan barang/jasa (berproduksi), untuk berproduksi masyarakat harus bekerja. Untuk bekerja harus teresdia lapangan kerja atau kesempatan kerja.
b. Penduduk
Penduduk harus dibedakan antara yang bekerja dan tidak bekerja. Semakin banyak penduduk yang bekerja maka semakin besar pula sumbangannya terhadap pendapatan nasional. Dari dua hal di atas timbul permasalahan yaitu bagaimana Negara berupaya menciptakan lapangan kerja supaya penduduk bisa bekerja sehingga dapat menyumbangkan produksinya untuk kepentingan nasional. Salah satu upaya untuk menciptakan kesempatan kerja adalah dengan meningkatkan investasi.
2. Usaha perluasan kesempatan kerja.
Menurut John Maynart keyenes, pengangguran tidak dapat dihapuskan tetapi dapat dikurangi. Pengurangan pengangguaran dapat dilakukan dengan:
a. Memperluas kesempatan kerja.
Untuk memperluas kesempatan kerja diperlukan modal. Modal yang diperlukan adalah investasi. Keynes beranggapan bahwa investasi ditentukan oleh dua faktor:
1) Marginal efficiency of capital
Besarnya pengembalian (keuntungan ) dapat melebihi tingkat bunga atau dana yang dipinjamkan untuk membiayai investasi tesebut. Pinjaman yang diterima oleh para pengusaha haruslah menghasilkan keuntungan yang melebihi dari jumlah pinjaman ditambah dengan bunga. Apabila tidak maka investasi tidak ada artinya bahkan akan menimbulkan masalah pengangguran.
2) Tingkat suku bunga
Bila seseorang memiliki sejumlah uang/dana, sebelum menetapkan melakukan investasi atau menyimpan di bank. Misalnya uang untuk investasi akan mendapat hasil 8 persen sedangkan tingkat suku bungan bank apabila didepositokan sebesar 10 %, maka tentu akan mengambil sikap mendepositokan di bank. Untuk pinjaman dengan suku bunga yang rendah akan menambah jumlah pengusaha untuk meminjam uang yang digunakan untk investasii atau melakukan usaha. Badan usaha berjalan dengan baik akan meningkatkan kesempatan kerja. Usaha untuk meningkatkan investasi di negara berkembang terhambat pada:
a) kurangnya investasi
b) kondisi tenaga kerja yang mempunyai produktivitas yang rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya ketrampilan (skill).
b. Usaha peluasan kesempatan kerja bersifat umum
1) Penyediaan dana kredit secara meluas dan merata bagi peningkatan kegiatan produksi padat karya.
2) Tingkat kurs devisa diarahkan agar realistis dan memberikan intensif bagi peningkatan eksport
3) Memberikan perlindungan yang wajar kepada produksi dalam negeri
4) Pengeluaran pemerintah ditujukan untuk memperluas kesempatan bekerja produktif sebanyak mungkin.
Usaha perluasan kesempatan kerja bersifat khusus, yaitu perluasan kesempatan kerja sektoral:
- sektor pertanian - sektor prasarana dan kontruksi
- sektor industri - sektor perdagangan
- sektor jasa - sektor pendidikan dan latihan

c. Peningkatan mutu tenaga kerja

a. Latihan kerja : latihan kerja merupakan proses pengembangan keahlian dan keterampilan kerja yang langsung dikaitkan dengan pekerjaan dan persyaratan kerja.
b. Pemagangan : latihan kerja langsung ditempat kerja yang bertujuan untuk memantapkan profesionalisme yang dibentuk melalui latihan kerja
c. Perbaikan gisi dan kesehatan : untuk mendukung ketahanan kerja dan kemampuan belajar dalam menrima pengetahuan baru dan meningkatkan semangat kerja.
Sebab-sebab Pengangguran

Angkatan kerja yang berasal dari keluarga yang berpenghasilan menengah ke bawah kesulitan untuk menyekolahkan atau membiayai anaknya. Persyaratan yang diminta oleh perusahaan misalnya adalah pendidikan dan keahlian khusus. Pendidikan dan keahlian khusus tidak dimilikinya karena tidak dapat sekolah maupun pendidikan yang lain. Hal ini yang biasanya tidak diterima dalam kesempatan kerja.
1. Penduduk relatif banyak sedangkan kesekpatan kerja/lapangan kerja relatif rendah
Jumlah penduduk yang cukup tinggi tetapi tidak diimbangai dengan lapangan kerja maka jumlah angkatan kerja tidak semua tertampung dalam dunia kerja.
2. Pendidikan dan ketrampilan yang erndah
Pendidikan dan ketrampilan yang rendah tidak dibutuhkan oleh pihak badan usaha karena dengan pendidikan yang rendah dan ketramilan yang rendah tidak akan meningkatkan produktifitas kerja dan hasil produksi.
3. Teknologi yang semakin maju yang belum terimbangi oleh kemampuan manusia
teknologi dan kemampuan yang tinggi begitu cepat tidak diimbangi dengan kemammpuan manusia untuk menguasai maka banyak badan usaha hanya menerima yang mampu mengusai teknologi tersebut. Bagi yang tidak menguasai teknologi tersebut akan tersingkir dalam persaingan kerja.
4. Pengusaha yang selalu ingin mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi. Pengusaha hanya menerapkan berfikir rasionalis sehingga tenaga kerja dipaksa untuk bekerja seoptimal mungkin untuk mengejar target. Apabila tenaga kerja tidak bekerja sesuai dengan target maka tenaga kerja tersebut tidak diperlukan lagi.
5. Adanya lapangan kerja yang dipengaruhi oleh musim
Pekerjaan yang dipengaruhi musim dapat menimbulkan penggangguran seperti pertanian, perkebunan. Setelah masa menanam selesai maka banyak tenaga kerja tinggal menunggu hasilnya. Untuk menunggu hasil mereka kebanyakan menganggur dan akan bekerja kembali apabila nanti musim panen telah tiba.
6. Ketidakstabilan perekonomian, politik dan keamanan Negara.
Kestabialn perekonomian, politik dan keamanan Negara dapat menimbulkan pengangguran. Perekonomian yang lesu. Politik yang tidak menentu dan tidak ada jaminan keamanan menyebabkan para pengusaha akan berfikir untuk melanjutkan usahanya. Dengan keadaan yang tidak menentukan akan menimbulkan kerugian usaha. Untuk menghindari kerugian maka jumlah produk dibatasi atau menutup usahanya, tidak memperluas usahanya. Hal ini akan menimbulkan pengangguran.

E. Macam-macam Pengangguran dilihat dari Penyebabnya

1. Pengangguran Siklus
Pengangguran siklus adaah pengangguran yang disebabkan terjadinya siklus konjungtur Negara yang mengalami resisi/depresi perekonomian yang menyebabkan penghentian atau pemecatan tenaga kerja. Pada saat resisi daya beli masyarakat turun sehingga permintaan barang dan jasa menurun. Apabila permintaan barang dan jasa menurun maka pihak pengusaha akan memperkecil jumlah produknya sehingga banyak tenaga kerja yang dikeluarkan. Permintaan terhadap tenaga kerja tidak ada.
2. Pengangguran Teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan teknologi seperti mesin, alat-alat modern dan otomatis akan menggeser tenaga kerja manusia. Teknologi yang berkembang begitu cepat akan menggeser penggunaan tenaga kerja manusia. Padat karya akan diganti dengan padat modal. Apabila angkatan kerja tiadak bisa mengimbangi kemajuan teknologi maka pengangguran akan muncul. Para pengusaha akan akan menerima pencari kerja yang menguasai teknologi tersebut.
3. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh perubahan musim. Contoh : pekerja bangunan banyak yang menganggur pada musim hujan. Banyak proyek DPU yang tertunda akibat musim hujan dan akan dikerjakan lagi pada musim kemarau. Pekerja petani/tani banyak menganggur pada musim kemarau karena mereka menunggu panen atau tidak bisa mengolah sawah dan akan mengolah sawah apabi;la musim hujan.
4. Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang disebabkan perubahan jangka panjang permintaan dan penawaran, atau pengangguran yang disebabkan terjadinya rasionalisasi dalam industri yang modern yang selalu berusaha melakukan penghematan dalam berbagai cara, misalnya dengan menggunakan komputer. Perubahan permintaan dan penawaran tenaga kerja akan menciptakan struktur atau tatanan dalam dunia kerja. Dalam jangka panjang akan terjadi spesialisasi dalam dunia kerja. Pengkhususan seperti ini akan menimbulkan struktur kerja. Apabila para pencari kerja tidak sesuai dengan struktur kerja akan menimbulkan pengangguran.
5. Pengangguran Normal
Pengangguran normal adalah pengangguran yang memang belum dapat pekerjaan dikarenakan pendidikan dan ketrampilan tidak memedai. Pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh badan usaha akan menimbulkan jumlah pengangguran.
6. Pengangguran Sementara (Friksional)
Pengangguran sementara adalah pengangguran yang terjadi hanya untuk sementara waktu misalnya sementara menunggu panggilan kerja, mogok kerja menuntut kenaikan upah.

G. Macam-macam Pengangguran dilihat dari Jam Kerja
1. Penganggutan Terbuka (Open Unemployment)
Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.
2. Setengah Menganggur (Under Unemployment)
Setengah menganggur adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena ketiadaan lapangan kerja atau pekerjaan, atau pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu.
3. Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)
Pengangguran terselubung adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

H. Pengangguran Menurut Keynes

1. Pengangguran yang disengaja (Voluntary Unemployment)
Pengangguran yang disengaja adalah pengangguran terjadi karena ada pekerjaan yang ditawarkan tetapi orang yang menganggur tidak mau menerima pekerjaan tersebut dengan upah yang berlaku.
2. Pengangguran yang tidak disengaja (Involuntary Unemployment)
Pengangguran yang terjadi apabila seseorang bersedia menerima pekerjaan dengan upah yang berlaku tetapi pekerjaannya tidak ada.

I. Dampak Penganngguran Terhadap Kegiatan Perekonomian
1. Kemunduran
Tenaga kerja akan menurun produktifitasnya bila tidak dimanfaatkan. Peningkatan rasa frustasi, putus semangat dan persaan tidak berdaya yang terjadi pada pengangguran jangka panjang menyebabkan sikap masa bodoh dan tidak siap kerja.
2. Standar Kehidupan
Pekerja menganggur maka pendapatannya anjlok/turun dan standar kehidupan menurun. Hal ini berpengaruh pada pengeluaran masyarakat yang bisa mengakibatkan pengangguran yang lain.
3. Pajak Penghasilan
Semakin besar pengangguran semakin menurun pendapatan Negara dari pajak penghasilan.
4. Aktivitas Ekonomi Keseluruhan
Biaya peluang dari pengangguran timbul karena barang dan jasa yang seharusnya diproduksi tiba-tiba dihentikan yang dapat mengakibatkan turunya nilai GDP.
5. Biaya Sosial
Masyarakat harus menanggung biaya pengangguran melalui peningkatan tugas-tugas medis yang berhubungan dengan perawatan psikologis, pengamanan dan proses peradilan.

source
http://okrek.blogspot.com/2010/02/kesempatan-kerja.html
http://kuliahdi.blogspot.com/2010/02/informasi-yang-diperlukan-diperhatikan.html
http://www.afand.abatasa.com/post/detail/10131/informasi-yang-diberikan-oleh-perusahaan-berhubungan-dengan-pencari-kerja
http://okrek.blogdetik.com/hubungan-antara-jumlah-penduduk-angkatan-kerja-kesemptan-kerja-dan-pengangguran
http://dahlanforum.wordpress.com/2010/02/27/sebab-sebab-pengangguran/
http://aabisnis.blogspot.com/2010/02/macam-macam-pengangguran-dilihat-dari.html
http://sekolahdi.blogspot.com/2010/02/dampak-penganngguran-terhadap-kegiatan.html

HAM

HAM(hak asasi manusia) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, dan pemerintah. Setiap orang harus diberi kehormatan serta perlindungan sesuai harkat dan martabat manusia. Karena itu, HAM bersifat universal dan tidak dapat dihapuskan.
Konsepsi HAM telah ada sejak zaman pemerintahan Raja Hammurabi (1792-1750 SM) di Babilonia. Demikian pula pada masa pemerintahan Kaisar Justianus di Romawi Timur, konsepsi HAM dikenal dengan nama Corpus Juris Civilis. Di Inggris, konsepsi HAM dituangkan dalam Magna Charta (1215), Habeas Corpus Act (1674), dan Bill of Rights (1776) dan Declaration of Independent (1977) yang mengandung rumusan HAM yang bersifat universal.

Pandangan Mengenai Konsepsi HAM

Selama ini terdapat empat terdapat empat pandangan mengenai konsepsi HAM, yaitu pandangan universal-absolut, pandangan universal-relatif, pandangan partikularistik-absolut, dan pandangan partikularistik-relatif.
 Pandangan universal-absolut memandang HAM sebagai nilai-nilai universal sebagaimana dirumuskan dalam The International Bill of Human Rights. Pandangan ini mengindahkan profil budaya yang melekat pada masing-masing bangsa.
 Pandangan universal-relatif memandang persoalan persoalan HAM sebagai masalah universal, namun terdapat pengecualian berdasarkan asas-asas hukum internasional yang tetap diakui keberadaannya.
 Pandangan partikularistik-absolut memandang HAM sebagai persoalan masing-masing bangsa tanpa memberikan alasan kuat, khususnya dalam melakukan penolakan terhadap berlakunya dokumen-dokumen internasional. Pandangan ini bersifat sauvinistik, egois, defensif, dan pasif terhadap HAM. Adapun pandangan partikularistik-relatif memandang persoalan HAM selain sebagai masalah universal, juga sebagai masalah nasional masing-masing bangsa. Berlakunya dokumen-dokumen internasional harus diselaraskan, diserasikan, diseimbangkan, serta memperoleh dukungan dan tertanam dalam budaya bangsa.

HAM di Indonesia

Di Indonesia jaminan pelaksanaan HAM terdapat dalam pasal-pasal UUD 1945; secara khusus diatur dalam UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, dan Keputusan Presiden No. 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Adapun HAM dan kebebasan dasar manusia yang diatur di dalam UU No. 39 Tahun 1999 adalah hak untuk hidup, hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan, hak mengembangkan diri, hak memperoleh keadilan, hak atas kebebasan pribadi, hak atas rasa aman, hak atas kesejahteraan, hak turut serta dalam pemerintahan, hak wanita, serta hak anak.

Komnas HAM

Untuk mengemabngkan kondisi yang kondusif bagi pelaksana HAM serta meningkatkan perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia maka dibentuk Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) yang berkedudukan di Jakarta. Komnas HAM bertugas untuk melakukan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi tentang HAM. Komnas HAM beranggotakan tokoh masyarakat yang profesional, berdedikasi dan berintegrasi tinggi, menghayati cita-cita negara hukum, serta menghormati HAM dan kewajiban dasar manusia.

source: Syukur, Abdul,dkk. 2005. Ensiklopedia Umum untuk Pelajar.Ichtiar Baru van
Hoeve:Jakarta.

Sabtu, 05 Maret 2011

Apa Kata Bentuk yang Tidak Anda Sukai???

Sejak lama para ahli psikologi tahu bentuk geometri yang kita sukai dapat mengungkapkan perasaan terdalam kita. Kini menurut mereka, bentuk yang tidak disukai juga penting. Sebabnya adalah bentuk merupakan bentuk dasar dari linkungan sehari-hari dan berhubungan secara mendalam dengan jiwa kita. Menurut Susan Dellinger, Ph.D., dalam bukunya Psycho-Geometrics, bentuk yang kita tidak sukai melambangkan bagian dari kepribadian yang tidak igin kita tunjukkan kepada dunia dan sulit kita ungkapkan. Pilih bentuk yang paling tidak anda sukai dan temukan apa yang diungkapkannya tentang anda.

Jika anda tidak suka bentuk
segitiga
Anda adalah si optimis yang tenang dan toleran

Selama beratus-ratus tahun, segitiga melambangkan ambisi yang hebat dan keinginan untuk mencapai puncak dengan segala upaya. Orang-orang yang tidak menyukai bentuk ini mempunyai pendekatan yang lebih bebas terhadap hidup. Anda bersyukur untuk segala yang anda miliki. Sikap yang bahagia dan optimislah yang membuat anda tetap tenang sehebat apapun badai menghantam. Menurtu para ahli psikologi, kecerdasan emosional seperti ini lebih bisa mendatangkan sukses ketimbang ambisi sehingga anda benar-benar keluar sebagai pemenang sejati.

Jika bentuk yang anda tidak sukai adlah
Persegi panjang
Anda adalah pengambil tindakan yang tegas

Riset mengungkapkan, sebagian besar orang menyukai bentuk empat persegi panjang disaat merasa sulit mengambil keputusan, tidak berdaya atau merasa ingin berubah. Menurut Dellinger, Studi-studi juga menunjukkan kebalikannya. Jika anda tidak menyukai bentuk persegi panjang , anda pengambil keputusan yang berfikir, bertindak cepat dan percaya pada diri sendiri.
Sebagai pemikir yang tegas, anda dapat mensurvei situasi dan menemukan solusi-solusi hebat disaat orang-orang baru melihat masalahnya. Anda selalu bersemangat melakukan yang terbaik, memberikan contoh yang baik, mendorong semua orang, mulai dari anak sampai rekan sekerja untuk memberikan yang terbaik.

Jika anda tak suka bentuk
Bujur sangkar
Anda bersemangat bebas

Dalam istilah psikologi, bujur sangkar disebut kotak. Orang yang tertarik pada bentuk ini cenderung menjadi pembuat daftar yang berorientasi pada detail, yang paling bahagia jika mengikuti aturan yang sedang ditetapkan sebelumnya.

Tapi jika anda tidak menyukai bentuk ini, anda berfikir luas, kreatif dan antusias dan membiarkan imajinasi anda mengembara. Anda selalu menemukan cara-cara baru untuk membuat hidup ini menjadi menyenangkan. nMencat dapur, menanam bunga eksotis di taman. Anda akan mencoba berbagai hal karena tak ada yang membuat anda gentar.

Jika anda tak suka
Lingkaran
Anda adalah teman yang bertanggung jawab

Studi-stusi psikologi menunjukkan bagi kebanyakan orang, lingkaran melambangkan dunia sosial dan interaksi dengan orang-orang di sekitar kita. Dari situlah awal ungkapan ‘circle of friend’ dan ‘family circle’. Jika Anda paling tidak suka bentuk lingkaran, tidak berarti anda tidak senang bergaul, tapi artinya lingkup pergaulan anda berskla kecil. Sebagai orang yang setia dan bertanggung jawab, anda memilih teman secara cermat dan mempertahankan persahabatan itu sampai selamanya dan menganggap mereka sebagai keluarga anda. Kasih sayang dan perhatian anda membuat orang-orang yang dekat dengan anda merasa dihargai.

Jika anda tidak menyukai
Jalan berliku-liku
Anda adalah penyeimbang yang bahagia

Survei menunjukkan jalan berliku-liku yang merpakan satu-satunya bentuk yang dibuat manusia, melambangkan kemandirian dan hasrat untuk memilih jalan sendiriyang berbeda dengan yang diharapkan orang-orang.
Jika anda tidak menyukainya, maka anda adalah orang yang senang membina hubungan dengan orang lain dan ingin semua orang disekitar anda senang dan bahagia. Sebagai pembicara ulung, anda dapat memimpin sekelompok orang asing atau mendengarkan teman dekat dengan keterampilan yang sama. Anda menciptakan keseimbangan dan persahabatan kemana pun anda pergi. Anda tak pernah lupa hari ultah atau dessert favorite teman. Itu sebabnya anda bisa membidik cinta pada jantung kekasih.

Source:kertas majalah yang dipakai sebagai wadah/pembungkus gorengan beberapa tahun yang lalu ketika saya SMP. Jadi, ketika saya sedang asyik menikmati gorengan, saya mengamati bungkus gorengan tersebut yang sepertinya menarik. Setelah saya lihat, memang benar isinya menarik, kemudian saya mencatatnya di notes.

Tentang KITA

Ketika Tuhan menciptakan makhluk bernama wanita, Dia lembur pada hari ke-6.



Malaikat pun heran, lalu datang dan bertanya kepada Tuhan,




“Tuhanku, kenapa begitu lama Engkau menciptakannya?”




Tuhan tersenyum lalu menjawab,




“Apakah kau sudah melihat semua detail yang Aku ciptakan untuknya?”




“dua tangan ini harus bisa dibersihkan, akan tetapi bahan untuk tangan ini bukan dari plastik,”




“setidaknya, ini terdiri dari 200 bagian, bisa berfungsi dengan baik dan mampu membuat berbagai macam masakan lezat,”




“mampu menjaga banyak anak disaat yang bersamaan,”




“pelukannya mampu menyembuhkan sakit hati serta keterpurukan,”




“dan semuanya, dapat dilakukan dengan 2 tangan ini,”




Malaikat pun bertanya,




“Hanya dengan kedua buah tangan ini, Tuhan? Luar biasa.”




“Tentu saja, dan Aku akan menyelesaikan ciptaanKu ini hari ini juga,”




“karena ini adalah ciptaan favoritKu,”




“oh iya, dia juga bisa mengobati dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.”




Malaikat takjub dan penasaran, lalu ia mendekat dan mengamati ciptaan Tuhan itu lekat-lekat,




“Akan tetapi Tuhan, mengapa Engkau menciptakannya begitu lembut?”




“Ya, Aku memang membuatnya seperti itu,”




“tetapi, kau tak akan bisa membayangkan kekuatan luar biasa yang Aku berikan padanya,”




“Aku menganugerahkan padanya kemampuan untuk mengatasi berbagai hal luar biasa.”




Malaikat mencoba menerka,




“Dia bisa berpikir?”




Tuhan kembali tersenyum lalu menjawab,




“Bukan hanya berpikir, dia bahkan mampu bernegosiasi.”




Malaikat semakin takjub, lalu ia menyantuh dagu ciptaan Tuhan itu dan menemukan sesuatu yang dianggapnya ganjil, ia kembali bertanya kepada Tuhan,




“Tuhan, mengapa ciptaanMu ini terlihat begitu lelah dan rapuh? Seolah-olah, dia menanggung terlalu banyak beban.”




Tuhan menjawab,




“Itu bukanlah lelah ataupun rapuh, itu adalah air mata.”




Malaikat bertanya,




“Air mata? Untuk apa Tuhan?”




Tuhan melanjutkan,




“Air mata adalah sesuatu yang khusus aku berikan pada wanita,”




“agar dapat ia gunakan ketika ia bersedih dan merasakan keterpurukan.”




Malaikat bertasbih,




“Mahasuci Engkau Tuhanku, ciptaanMu ini sungguh menakjubkan!”




“Tentu saja dia luar biasa. Dan satu hal lagi, dia memiliki kemampuan untuk memikat laki-laki,”




Malaikat semakin tercengang, ia bertasbih.




“dan dia dapat mengatasi beban berat, yang bahkan tak mampu diatasi laki-laki,”




“dia mampu memegang pendapatnya sendiri,”




“dia juga dapat membagi kebahagiaannya,”




“dia mampu tersenyum, bahkan disaat hatinya remuk,”




“mampu bernyanyi, bahkan disaat menangis,”




“menangis disaat terharu,”




“terharu disaat tertawa,”




“dan bahkan tertawa disaat ketakutan.”




Tuhan terdiam sejenak, lalu Dia melanjutkan perkataannya,




“dia akan berkorban demi orang yang ia cintai,”




“dia tak akan kecewa apabila ia melihat orang lain lebih baik darinya,”




“dia berjuang keras demi keluarganya,”




“dia menyempatkan waktu untuk mengantar ataupun sekedar menjenguk temannya yang sakit,”




“dia menangis haru ketika melihat anaknya sukses,”




“dia begitu girang dan bersemangat melihat temannya tertawa,”




“dia begitu bahagia mendengar berita kelahiran,”




“dan dia juga turut bersedih mendengar berita sakit dan kematian, namun ia tetap berusaha tegar menghadapinya,”




“karena dia tahu, bahwa ciuman dan pelukan adalah obat mujarab yang mampu mengusir kesedihan,”




“CINTANYA TANPA SYARAT.”




Malaikat pun semakin dan semakin dibuat takjub




Tuhan hendak melanjutkan, akan tetapi Ia menghela napas terlebih dahulu,




“Namun, perlu kau ketahui, wanita memiliki kelemahan.”




Malaikat penasaran, lalu iapun bertanya,




“Apakah itu wahai Tuhanku?”




Tuhan menjawab,




“Hanya 1 kekurangan dari wanita,”






“WANITA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA.”


source:http://www.facebook.com/notes/muhammad-hafidz-hilmawan/kekurangan-wanita/10150115041733755


KET: INI HANYALAH FIKSI/ CERITA. CERITA INI DIBUAT AGAR WANITA SADAR BAHWA BETAPA BERHARGANYA IA.

Kendalikan Hatimu maka Semua akan Mengikutinya

Yogi T. Rinaldi
10 Muharam 1432H

berbicara hati ini saat bibir terbungkam

terdiam hati ini saat bibir tak hentinya berbicara
tidak bisakah keduanya selaras

gejolak hati semkn membunca

namun diri tak bisa berbuat apa
hanya menundukan kepala
tertunduk memuhasabah

tundukanlah hatimu maka pandanganmu akan mengikutinya

jagalah hatimu maka lisanmu akan mengikutinya
bersihkan hatimu maka pikiranmu akan mengikutinya

sungguh, bersihnya sebongkah daging itu maka bersihlah seluruh ragamu
dan rusaknya sebongkah daging itu menjadi kebinasaan besar bagi Hisabmu (Akhirat)

source: http://www.facebook.com/profile.php?id=100000220670604